Sebelumnya kenalkan aku seorang dokter muda di salah satu klinik di daerah pemukiman padat penduduk. Namaku akbar saat itu usiaku 25 tahun. Aku sangat menyukai profesi ku sebagai dokter karena itu tidak heran kalau diusiaku yang muda telah jadi dokter andalan di salah satu klinik tempatku praktek. Selain aku jaga di klinik aku juga masih menyelesaikan studiku di salah satu rumah sakit. Sebelum aku mengenalnya, yang aku tahu hidupku Cuma rumah sakit, klinik dan kost an. Sampai akhir dia datang ke klinik tempat aku jaga, awalnya tidak ada yang spesial yang kulihat dari dia, hanya pasien dengan bermacam-macam keluhan yang sudah sangat biasa aku hadapi setiap harinya. Dia ku beri obat dan selesai. Tapi tidak sampai satu bulan dia datang kembali dengan keluhan yang sama, nyeri dibagian kepala dan mual tapi sekarang sakit kepala yang dia rasakan lebih hebat dari pertama dia datang. Sebagai seorang dokter kesembuhan pasien bisa menjadi penghapus lelah, namun juga jika pasien tak kunjung sembuh menjadi suatu tekanan batin yang harus segera diaatasi.
Demi membantu penyakitnya aku memberi rujukan untuk dia memeriksakan penyakitnya lebih dalam lagi di rumah sakit dan aku memilih rumah sakit dimana aku menyelesaikan studiku dan aku berfikir bisa memperkenalkan dia dengan dokter yang ku tahu bagus dalam menanganinya. Akhirnya dia datang dan menunggu aku menyelesaikan tugasku dan aku menemaninya buat cek beberapa rangkaian. Sebelum lebih jauh aku perkenalkan juga dulu dia yang ku maksud. Seorang gadis manis, vivia namanya usianya 25 tahun juga sama sepertiku, di lulusan s2, dia sesorang yang baik menurut aku, karena Cuma itu dulu yang buat aku ingin bantu dia lebih dan tentu dengan sedikit muka manis terkesan polosnya itu. Setelah menunggu sampai sore hasilnya baru keluar dengan beberapa hasil pemeriksaan yang sudah aku ketahui. Dan sore itu juga aku minta tolong teman dokterku yang lain buat gantikan aku jaga di klinik, aku juga tidak tahu kenapa aku ingin sekali bantu via yang hanya sebatas pasien biasa buat aku.
Setelah membuat jadwal bertemu dengan asisten dokter saraf yang bagus menurut aku, akhirnya aku dan vivia ketemu dengan dokter andalanku dengan menunjukan hasil macam-macam tes dan rontgen. Dokter dan juga prof yang aku kagumi ini terlihat sedih dan aku mengerti itu walau aku belum sebegitu paham dengan hasilnya. Dokter juga menayakan apa via pasangan ku dalam bahasa inggris dan aku juga tahu kalau via juga pasti mengerti apa yang di bicarakan dokter tersebut. Dokter ingin membacakan itu berserta keluarga, tapi karena via berobat sendiri dan hanya ditemani aku, dokter agak berat untuk mengatakan vonis terhadap via. Tapi dengan muka polos dan manisnya itu dia Cuma senyum ke dokter dan ia hanya ingin segera mengetahui apa yang terjadi terhadapnya, Dokter apapun penyakit ku, aku siap dok’ dengan berat dokter menyampaikan kalau vivia kena kanker otak stadium akhir. Aku langsung lemas dan sedih melihat seorang cewek yang baru aku kenal dan akan divonis meninggal, tapi via lebih kuat dari yang aku bayangkan. Via cewek terkuat atau hanya sok kuat yang pernah aku temui, tak ada satu tetes pun air mata mengalir tanda kesedihan darinya. Dia hanya tanya ke dokter, seberapa lama aku bisa bertahan dengan status kanker stadium akhir ini dok “kami bukan penentu umur setiap manusia, tapi dari ilmu medis jika ada penagangan bisa lebih dari satu bulan dan jika tanpa pengobatan hanya diprediksi bertahan satu bulan.
Aku terpaku dengan apa yang terjadi hari ini, seorang cewek biasa yang selama ini ku temui kebanyakan cengeng dan manja tetapi disebelahku ada seorang cewek super yang aku kagumin dengan semua ketegarannya. Aku tergolong orang yang terlalu sulit untuk menyukai seorang cewek, karena menurut aku cewek hanya bikin masalah dengan semua kehendaknya yang selalu ingin diperhatikan dan selalu ingin dimanja, tetapi beda dengan cewek yang baru aku kenal ini. Aku tidak tahu harus bersikap apa dengan vivia, yang aku tahu saat ini hatinya pasti sangat hancur. Setelah dari rumah sakit vivia memutuskan buat mentraktir aku, karena udah susah payah menemeni dia periksa hari ini. Sebenarnya aku tidak terlalu menginginkan atas traktirannya, lebih hanya ingin bisa lebih lama bersamanya dan menikmati cewek super yang mulai aku kagumi ini. Dan kami ngobrol di kafe di salah satu mall, dari semua yang dia ceritakan tidak ada satupun kesedihan yang dia tunjukin. Dia malah lebih sering senyum bahkan tertawa bersamaku. Sungguh mungkin hari itu aku benar-benar jatuh cinta lagi dengan cewek yang aku tahu kalau sebentar lagi dia akan pergi untuk selamanya.
Sejak saat itu, aku sering berkomunikasi dengan via, baik dari chat ataupun telponan, dan kamipun semakin dekat dan membuat aku memberanikan diri untuk menanyakan ke via kenapa dia sama sekali tidak sedih dengan hasil vonis itu. Sampai sekarang kata-kata indah itu masih teringat jelas di hatiku, via hanya jawab “buat apa sedih, itu tandanya Allah lebih sayang sama vivia daripada siapapun di dunia ini. Allah ingin via cepat kembali lagi kesisi Nya. Setiap perkataannya ataupun yang dia lakukan membuat aku benar-benar jatuh cinta dan tergila-gila dengan dia. Dengan rasa yang ada dihatiku, aku berusaha keras mendalami tentang penyakit kanker otak dan hal-hal yang didapat dilakukan agar menghambat sel kanker tersebut tidak berkembang lebih cepat. Dan salah satu menghambat hanyalah kemotherapy. Aku berusaha keras memaksakan via agar mau di kemo tapi percuma via sama sekali tidak tertarik untuk itu. Dan aku sempat marah besar dengan vivia karena menurut aku, via terlalu pasrah dengan penyakitnya, ternyata dia memiliki pandangannya sendiri, karena menurut via kalau suatu saat dia beneran pergi dari dunia ini, bukan dia menyerah karena penyakit yang dididerita, tapi lebih dari saldo untuk dia hidup telah benar-benar telah berakhir, dan dia juga berkata ,kalaupun aku kemoteraphy itu hanya memperpanjang masa tenggang untuk bertahan hidup aku lebih lama dan akhirnya juga sama akan berakhir dengan kematian.
Aku tidak tahu lagi apa yang bisa kulakukan untuk vivia sampai vivia memberikan sepuluh yang via ingin lakukan sebelum dia benar-benar pergi. Aku berjanji dalam hatiku apapun itu pasti akan aku lakukan buat vivia. Dari sepuluh yang diajukan kami pun mulai menyelesaikan misi-misi via. Mulai dari bahagiin ayah bunda nya setiap hari dengan hal-hal kecil, belum lagi meminta maaf sama semua mantan yang dia jahatin dan kumpul-kumpul bareng sahabat terdekatnya. Tapi setiap misi yang dia tulis dan berhasil itu semakin buatku sedih karena yang aku tahu, jika semua keinginan via terpenuhi disaat itu juga dia akan pergi. Ada misi via yang tidak berhasil dan dia juga mengangapnya itu selesai, yang paling ku ingat keinginan via yang ketiga “via ingin mendapatkan cinta sejati karena via ingin kalau pas dia benar-benar menutup mata ada satu hati yang paling kehilangan dia, dan bisa memberikan kecupan terakhir dikeningnya sebelum dia melebur bersama tanah. Tapi via menghapus keinginginannya itu, karena menurut via terlalu egois dia ingin memiliki seorang yang mencintainya padahal seorang itu akan sedih dengan kehilangan vivia nantinya. Dan vivia tidak terlalu berharap lagi soal cinta sejatinya yang vivia tahu akan ada ayah bundanya yang mengecupnya terakhir keningnya dengan tulus.
Aku sangat takut dengan tanggal 5 september, karena itu pas satu bulan dari vonis via dibacakan kemarin saat pemeriksaan. Sebenarnya sudah hampir satu minggu ini aku tidak terlalu tenang untuk tidur nyenyak, karena yang aku takuti hanyalah, saat ku membuka mata menerima kenyataan dengan mendengar kabar baruk tentang via. Tapi Alhamdulilah sampai hari dimana hari yang paling ku takuti masih selalu kudengar suara via, bahkan aku masih sering menemani dia jalan walau hanya sekedar jajanan pinggir jalan dengan candaan anak-anak jalanan. Memang sejak vonis via ingin merasakan betapa sulitnya hidup mereka, sehingga tidak lagi alasan untuk via sedih jika memang via benar-benar di panggil oleh yang maha kuasa. Iya” memang via tergolong anak yang beruntung dari pada mereka, via lahir dalam keluarga yang berkecukupan. Dia anak bungsu dan memiliki dua kakak laki-laki, itu yang buat dia paling disayang dalam keluarganya. Aku tahu setiap kali jalan sering kali dia menahan sakit kepalanya walau sebisa mungkin ia sembunyikan dariku. Via cewek yang buat aku benar-benar jatuh cinta, dan aku berjanji jika sampai hari yang aku takutkan suara dan senyumnya via masih bisa ku nikmati, aku berjanji untuk menyatakan perasaanku dengan dinner romantis yang telah kurancang.
Tanggal 5 september adalah angka keramat untuk aku, pagi sekali aku langsung menelponnya hanya untuk mengingatkan sholat subuh, tapi lebih tepatnya meyakinkan hatiku kalau suara via masih bisa untuk aku dengar. Alhamdulillah dia menyambut telephonku dengan sangat gembira dan masih bisa bercanda, kalau aku telah telat membangunkannya karena dia udah selesai sholat bahkan mengaji. Kami masih bercanda- canda tanpa ku ingatkan kalau hari ini pas sebulan hasil vonis yang ditetapkan dokter kepadanya. Aku Cuma berharap via tidak mengingat tanggal ini bahkan sampai kapanpun hingga dia sembuh dan lupa kalau dia pernah sakit kanker stadium akhir. Ya itu Cuma harapanku yang selalu ku panjatkan untuknya. Dan aku telah bertekad akan mengajak dia dinner romantis demi menyatakan apa yang ada hatiku.
Hari ini aku tidak jaga bahkan kerumah sakit. Hari ini aku khususkan untuk via orang yang benar-benar aku sayangi. Aku sibuk sekali, dari pesan 1 cafe kecil dan romantis, dekorasi kafe, beli bunga, beli boneka bahkan cicin sudah ku siapkan dari seminggu yang lalu. Dari subuh kami telponan aku tidak berkomunikasi lagi dengan via, karena aku ingin buat suatu kejutan spesial untuknya. Dia sempat nge line bilang semangat pak dokter cintaku, semoga pak dokter bisa jadi orang baik selalu, beserta motion peluk manis darinya. Aku baca line darinya tapi aku memang sengaja tidak balas line darinya karena aku ingin buat dia marah dan kesal dulu sama aku. Menurut via jam segitu aku lagi jaga diklinik karena seharusnya memang jadwal aku dinas jaga klinik sampai sore. Jam 11 menujukan jam ditanganku, aku masih sibuk di cafe dengan bantuan beberapa pegawai. Aku sengaja memesan satu cafe kecil yang romantis untuk makan romantis bersamanya. Aku ingin malam ini malam yang tidak akan pernah dia lupakan sampai kapanpun. Aku masih sibuk dengan semua rencana yang aku buat dan aku harus memesan bunga dan beli boneka hello kitty kesukaannya. Ada beberapa pangilan dan bbm yang ku abaikan, karena telpon juga hanya kulihat dari teman-teman satu profesiku dan memang hari ini aku benar-benar tak ingin digangu oleh siapapun itu. Kalau bbm juga sengaja aku tak mengeceknya karena menurutku via juga tidak telalu sering bbm ku karena aku dan via lebih sering bermain line dan line ku pun tidak ada pesan darinya. Ya aku abaikan semuanya demi misi indah dinner romantis bersamanya.
Akhirnya boneka hello kitty besar telah ku beli dan akan jadi pelengkap kado terindah untuk vivia nantinya, saatnya aku berkeliling untuk membeli bunga mawar merah dengan 30 bunga mawar segar, ku pilih 30 karena malam itu akan jadi malam ke 30 hari aku mengenal via lebih dekat. Setelah berkeliling mencari bunga mawar merah segar dengan 30 tangkai akhirnya aku menemukannya, memang tak mudah mencarinya. Bunga indah yang aku persembahkan untuknya. Saat tukang bunga merangkai bunga aku menunggu sambil mengecek hpku dan yang kurapkan hanya line dari via, tapi ternyata tak ada satupun line yang masuk. Aku buka-buka foto bersama via yang buat aku semakin merindukannya, ternyata merangkai bunga tak semudah yang aku kira aku harus menunggu lama untuk mendapat satu rangkaian mawar indah. Aku masih menyibukkan kebosananku dengan bermain hp dan aku mengecek bbm yang sangat jarang aku buka. Betapa kagetnya aku karena ada satu bbm dari via, tapi aku tidak terlalu menganggapnya spesial untuk membacanya karena yang via kirim hanya bc an. Tapi setelah kubaca bc an yang dikirimkan dari hp via, aku rasanya mau mati saat itu juga, Ternyata itu bc an yang dibuat kk nya dengan kata-kata “INAILAHIWAINAILAIHI WAINAILIAHI ROJIUN telah berpulang kerahmatullah anak,adik,sahabat dan teman dari kita semua VIVIA pukul 12.10 siang ini dan insya ALLAH akan dikuburkan jam 17.00 di pemakaman umum. Kami atas nama keluarga mohon maaf atas semua kesalahan serta kekhilafan vivia selama hidupnya.
Aku tidak tahu air mataku mengalir dengan sederas-derasnya, aku ingin itu Cuma mimpi buruk yang aku takutkan selama ini. OH Tuhan, ku mohon ini hanya sekedar mimpi sambil kuhempas-hepaskan kepalaku di setir dan berharap aku terbangun dan yang terjadi itu hanya mimpi. Tapi apa daya ini kenyataannya, aku benar-benar kehilangan vivia. Dan aku disadarkan hadirnya tukang bunga yang kupesan yang telah terangkai indah. Bunga indah yang akan sia-sia karena vivia telah tiada. Aku masih tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku bagaikan orang terbodoh didunia yang kehilangan arah hidup dan tujuan. Setelah ku melihat jam, aku tersadar kalau aku harus segera kerumah vivia, setidaknya aku bisa melihat dia terakhhir kalinya sebelum dia menyatu bersama tanah, doa dan jutaan air mata.
Aku jalankan mobilku seperti orang mabuk dengan kecepatan tinggi,dan aku hanya berfikir, jika aku harus mati sekarang, aku sudah rela dan tak ada lagi yang harus ku perjuangkan dalam hidupku. Akhirnya aku tiba dirumah vivia pukul 16.10 dengan suasana ramai keluarga serta teman-teman vivia. Aku tidak tahu, apakah aku kuat melihat dia untuk terakhir kalinya. Aku datang membawa 30 bunga mawar merah yang memang untuk kupersembahkan untuknya.
Aku terbujur kaku disamping jasadnya, masih tampak beberapa teman dan keluarganya tak berhenti menangis. Aku juga tidak bisa membendung tangisku, rasanya ingin sekali tubuh vivia ku peluk dan ku katakan kalu aku benar-benar mencintainya. Ternyata tak satupun keluarganya tahu dengan penyakit via, aku makin menangis dan selalu segera ku hapus dengan sapu tanganku. Kau benar-benar gadis istimewa via, kau hebat menyembunyikan sakit parahmu ini. Bahkan keluarganya tidak tahu kalau rambut via tinggal sedikit, karena memang via selalu mengenakan hijabnya.
Ya ALLAH terimalah gadis istimewa ini di tempat terindah di sisimu. Dan dari cerita yang kudengar via meninggal saat sholat dzuhur. Dia selalu solat dikamarnya, dan saat kejadian dari kamar via terdengar benda-benda jatuh dari meja riasnya yang memang tak jauh dari tempat dia sholat, abang dan ayah langsung membawa kerumah sakit terdekat dan memang vivia telah tiada. Demi meyakinkan hasil medis keluarga meminta penjelasan dari dokter dan dokter mengatakan kalau anak bapak ibu ini telah lama menderita penyakit kanker otak stadium 4. Aku sungguh benar-benar kagum terhadapnya. Sampai akhir dia menutup mata, dia benar-benar tidak ingin menyusahkan siapapun dan cara meninggalnya pun indah dan nyata untukku. Dan bundanya bilang, memang beberapa minggu ini dia memang jauh lebih manis. Semua orang dibuat bener-benar sayang terhadapnya.
Aku beranikan diri buka mulutku dengan berat, ku katakan sama bunda dan keluarganya kalau via sudah di vonis dari satu bulan yang lalu, dan kebetulan aku dokter yang menemani via beberapa waktu ini. Aku ceritakan semuanya, dari ke tidak inginan via di kemo, ku serahkan 10 permintaan terakhir yang dituliskan vivia dan apa saja yang telah dia lakukan sebulan ini tanpa sepengetahuan keluarganya. keluarganya makin menangis sejadi-jadinya, aku memohon melihat via untuk terakhir kalinya, Subhannallah, dia jasad terindah yang pernah kulihat selama aku menjadi dokter. Via meninggal dengan tersenyum dan putih bersih sekali, membuat siapun yang melihat jasadnya memuji kecerahan jasadnya. Aku benar-benar belajar ikhas sekarang, lama sekali ku pandangi muka yang telah mengajarkanku banyak pelajaran yang indah dalam hidupku. Aku kecup keningnya, aku berdoa dalam hati, Via “ini aku cowok yang benar-benar mencintaimu dan mengecup keningmu sesuai permintaan ketiga yang kau tulis. Pergilah dengan tenang, kami ikhlas aku percaya tuhan telah meyiapkan tempat jauh lebih indah untukmu.
Aku tidak tahu, wajah via membuatku kuat. Walau aku tahu ini hal tersulit yang harus kulewati dalam hidupku. Aku ikut menguburkan via dan turun keliang lahatnya. Aku benar-benar tidak tahu kalau ini terlalu sulit untuk ku hadapi. Apalagi saat tubuh via tertutup dengan tanah, aku makin tak kuat menahan tangisku. Karena yang aku tahu, ini hal yang paling kutakutkan. Hal yang paling ku benci didunia, saat aku harus menerima kenyataan kalau aku harus menyadari kalau aku tak akan pernah lagi menikmati senyum manisnya serta suara yang selalu jadi penyemangatku.
Hari yang ku takutkan ternyata menjadi kenyataan. Setelah lama aku memandangi tumpukan tanah dihadapanku aku sadar kalau aku harus bangkit dan via pasti sedih melihatku jika aku terus terpuruk di pusarannya ini. Aku terasa lemas dan aku benar-benar bingung apa yang aku lakukan sekarang. Setelah lama ku termenung dimobil aku tersadar dengan boneka hello kitty besar yang aku taruh di jok bagian belakang, hari yang ingin ku buat indah menjadi hari yang benar-benar aku takutkan. Aku putuskan ke kafe yang telah ku pesan dengan banyaknya lilin berbentuk hati dengan satu meja dan dua kursi yang telah tertata rapi. Aku turun dari mobilku membawa boneka hello kitty besar dan kududukan di bangku hadapanku. Mungkin bagi pelayan kafe aku adalah cowok gila. Aku tak peduli, yang aku lakukan hanya menangis dimeja sampai aku tertidur. Aku merasa via benar-benar datang dalam mimpiku dan duduk dihadapanku. Aku melihat dia tersenyum bahagia sekali dengan membawa bunga mawar merah. Aku memberikan boneka hello kitty dan ku pasangkan cicin dijari manisnya. Dia hanya tersenyum paling manis yang selalu kurindukan. Dan aku tersadarkan pegawai kafe karena jam sudah menunjukan pukul jam 12.00 malam dan kafe akan tutup.
Akhirnya aku pulang dan aku percaya kalau dalam mimpiku tadi adalah vivia yang benar-benar datang. Aku tahu kalau via tak ingin melihatku serapuh ini. Aku mulai harus bangkit demi masa depanku dan demi dia juga, karena ku percaya keberhasilanku adalah doa tulus juga darinya. Saat acara yasinan ketiga dirumah vivia aku membawa boneka hello kitty dan cicin yang sebernyanya ingin langsung ku berikan untuk vivia. Aku berikan semuanya ke bunda via dan kujelaskan maksud dan tujaan sebenarnya dari boneka dan cicin tersebut. Karena menurutku itu telah menjadi hak via dan penghormatan terakhirku buat gadis yang terindah dalam hidupku. Ternyata bunda via juga menemukan surat yang bertuliskan untuk dokter cinta dalam hidupku (akbar). Rupanya sebelum kepergian via telah meyiapkan surat buat orang-orang yang dia sayang. Karena kata bunda vivia dia menemukan tiga surat untuk ayah bunda dan abangnya, buat teman-teman dekatnya dan terakhir surat untukku.
Setelah sampai dikamar segera kubuka surat darinya dan masih kusimpan sampai sekarang.
Dear dokter cintaku,(ya itulah pangilan syg via ke aku)
Aku tahu dokter pasti habis nangisin aku ya, akhirnya ada juga yang merasa kehilangan aku, tenang dokter cintaku sekarang aku udah bahagia disisi ALLAH sekarang tinggal dokter cintaku Yang berjuang, teruslah menjadi dokter terbaik yang pernah aku temui. Oh ya dokter cintaku, ingat tidak” saat via menghapus misi permintaan via yang ketiga, disaat vivia ingin memiliki cinta sejati sebelum vivia pergi. Disaat via menghapusnya, disaat itu juga via menyadari kalau via telah menemukannya. Via jatuh cinta kepadamu dokter cintaku. Tapi via tahu dokter tidak mungkin bisa suka dengan cewek yang bentar lagi meninggal. Tapi setidaknya via udah mengatakannya. Maaf ya docin kalau via salah, makasih dah memberikan warna indah di terakhir ajalku.
Via beruntung telah mengenal docin, teruslah kejar cita-citamu docin ku buatlah papa mama bangga miliki docin. Tetaplah jadi docin yang amat sangat via kagumin. Ingat kebahagian belum tentu diukur dengan materi, karena semakin banyak kita memberi samakin banyak kita merasa lebih dan beruntung. Dan via doain docinku bisa mendapatkan cinta sejatinya yang bisa bahagiain docin selamanya. AAMIIN.
Bye bye docin ku ..semangat terusnya dan jangan lupain via
TATA VIVIA
Pasien baweldmu
Surat indah yang selalu kubaca saat kumeridukannya, tanpa dia tahu kalau aku juga benar-benar mencintainya. Aku salah belum menyatakan langsung terhadapnya. Aku tahu sekarang dia tersenyum disana melihat aku benar-benar kehilangannya. Makasih via” telah hadir dalam hidupku, yang telah mengajarkan banyak hal aku beruntung pernah mengenalmu, kamu wanita terbaik yang pernah ku kenal.
Sejak saat itu” tiap bulan tanggal 5 aku selalu sempatkan menaburkan bunga dan menangis diatas makamnya. Entah kenapa dia masih terindah dalam hati dan benakku. Sampai akhirnya aku diterima tugas dan diharuskan pindah kekota lain. Sejak saat itu aku tidak pernah lagi datang kemakamnya, tapi walau tiap tanggal 5 selalu aku ingatkan itu tanggal untuk vivia. Setelah 3 tahun aku meninggalkan kota yang banyak kenangan bersama vivia, aku kembali membawa calon pasanganku ke makam via. Aku tahu banyak pertanyaan di benak pasanganku saat ku ajak kemakam via, dia mengira via mantanku, padahal via adalah cewek yang sampai saat ini masih memiliki tahta tertinggi di dalam hatiku, karena sampai saat ini belum pernah ku temui cewek terhebat seperti via walau ku belum sempat memilikinya seutuhnya tapi hati ini sampai sekarang masih tulus untuknya, walaupun terlambat aku menyatakan cinta kepadanya, tapi aku beruntung dengan rasa cintaku diujung usianya.
RAHASIA JODOH
Kita tidak pernah tahu seperti apa jodoh kita nanti.Ada yang pacaran bertahun-tahun tapi tak sampai ke pelaminan,ada juga yang hitungan bulan langsung menikah. Semua itu sudah diatur Allah dalam Rahasia Jodoh tiap masing-masing individu.Percayalah Jodoh itu cerminan dirimu,jika kamu inginkan lelaki yang baik maka jadilah wanita yang baik pula. Dalam rahasia jodoh aku membagi pengalaman pribadiku sebagai hambanya yang mencari belahan jiwa.
Perkenalkan aku laki-laki yang tidak ada yang dibanggakan dalam hidupku,aku Cuma cukup beruntung Tuhan memberiku sedikit tampang yang lumayan.Dari lahir hidupku sudah keras, aku hidup dalam keluarga yang tak sempurna. Dari lahir aku tak pernah merasakan kasih sayang dari sosok seorang ayah, mungkin itu yang membuatku memliki krakter keras dan susah diatur. Tapi aku tidak pernah mengeluh dan aku cukup beruntung karena karena kakek nenek ku begitu mencintaiku. Aku tumbuh dengan dewasa sebelum umurku,hanya mama ku yang membuatku kuat menjalani hidupku karena aku begitu menyayanginya.
Sekarang aku telah dewasa aku sempat berfikir untuk tidak menikah karena aku tidak pernah ingin kelurgaku dihina atau direndahkan oleh siapapun. Sebelum aku mengenalnya, aku tergolong playboy aku tidak terlalu menggunakan perasaanku dalam hubungan percintaanku. Berambung ...Part 2
Komentar
Posting Komentar